GSG 2008 bagian ke 2


KUNINGAN – LSM Akar sangat tersinggung dengan hasil rapat koordinasi yang dilaksanakan oleh BTNGC pada 19 November, terutama yang mengatakan bahwa gerakan sapu gunung (GSG) merupakan bisnis terselubung LSM Akar. Selain itu, LSM yang konsen dalam kegiatan alam itu juga menyesalkan pernyatan BTNG kalau kegiatan GSG menimbulkan peningkatan jumlah sampah serta menimbulkan dampak negatif.
“Bisnis terselubung apa yang dilakukan LSM Akar? Berapa besar jumlah peningkatan sampah oleh kegiatan GSG Ciremai? Dan dampak negatif apa dari GSG Ciremai? Kami mohon data dan informasi yang jelas,” tandas Ketua LSM Akar Kuningan, Maman Supirman didampingi ketua panitia, Andi Bagong.
Dalam setiap menyelenggarakan rutinitas GSG, lanjut Maman, peserta GSG turun dari Ciremai dengan membawa sejumlah karung sampah. Karungan sampah tersebut apabila diangkut, minimal bisa mencapai dua truk. “Kami tak habis pikir dengan hasil rapat BTNGC yang menyatakan bahwa sampah malah meningkat setelah GSG. Padahal, kami jelas-jelas membawa buktinya. Tidak seperti pada momentum Agustusan dan tahun baruan, para pendaki tidak membawa sampah ketika turun. Itu pertanda bahwa mereka meninggalkan sampah di atas,” ungkap dia.
Dikatakan, BTNGC lupa atau pura-pura lupa bahwa mengenai segala rencana kegiatan GSG Ciremai, telah disampaikan dan didiskusikan pada rapat koordinasi yang dilaksanakan Akar, 22 Oktober 2008 di BTNGC. Baik mengenai koordinasi, teknis, dan pendanaan serta data hasil GSG sebelumnya. Tapi ketidakpercayaan BTNGC terhadap konsep dan kegiatan serta data hasil GSG disampaikan kepada PPGC Palutungan dan MPPGC Linggarjati, tidak kepada LSM Akar pada saat rapat koordinasi.
Pihaknya juga memberikan salinan notulen hasil rapat koordinasi BTNGC dengan mitra pendakian yang dipimpin oleh Unang Suwarman BScf tanggal 19 November. Masukan dari berbagai pihak bermuara pada satu penolakan dan keberatan atas pembebasan karcis masuk pada kegiatan itu. Beberapa di antara peserta rapat ada yang mengatakan bahwa GSG merupakan bisnis terselubung Akar. Disamping itu GSG dikhawatirkan akan menambah jumlah sampah.
Sementara itu, sesuai dengan rencana GSG akan dilaksanakan selama tiga hari. Kemarin mereka dilepas oleh Penjabat Bupati Drs H Ano Sutrisno MM yang didampingi bupati terpilih H Aang Hamid Suganda, wabup terpilih H Momon Rochmana serta para pejabat penting lainnya. Peserta kegiatannya mencapai 250 orang yang akan menyapu gunung hanya di jalur pendakian Linggarjati. Mereka berasal dari sejumlah organisasi PA seluruh Kabupaten Kuningan. Bahkan beberapa di antaranya ada yang berasal dari organisasi pecinta alam Apache One SMPN 1 Cilimus. (ded)-sumber : Harian Radar Cirebon

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s