GSG 2008


Bersihkan Gunung, Harus Bayar Retribusi Cetak E-mail
KUNINGAN – Niat baik untuk memelihara Taman Nasional Gunung Ciremai melalui Gerakan Sapu Gunung (GSG) yang diselenggarakan LSM AKAR Kuningan mulai Jumat (28/11) terkesan tidak direspons oleh Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC). Pasalnya, peserta GSG tetap dipungut bayaran retribusi dari lembaga tersebut sebesar Rp8.500 per orang. Padahal, mereka naik ke gunung untuk membersihkan sampah.
Sekretaris LSM AKAR, Avo Juhartono menyesalkan sikap BTNGC yang memungut retribusi kepada peserta GSG. Padahal niatannya positif untuk menjaga kelestarian lingkungan di sepanjang jalur pendakian gunung Ciremai. Namun, niat baik tersebut ternyata tidak mendapatkan apresiasi dari lembaga terkait.
“Mereka merasa keberatan terhadap GSG yang diselenggarakan oleh kami, setelah menggelar rapat antara BTNGC dengan pengelola pendakian. Katanya, GSG malah akan menambah jumlah sampah dan berdampak negatif. Entah dampak negatifnya seperti apa. Kemudian lagi GSG dinilai oleh mereka sebagai bisnis terselubung AKAR,” tuturnya saat dihubungi Radar untuk menanyakan kesiapan gerakan itu, kemarin (27/11).
Dilanjutkan, BTNGC dengan mitra pendakian merasa keberatan untuk membebaskan retribusi terhadap peserta GSG. Namun demikian, bagi AKAR hal itu tidak jadi masalah. Pihaknya akan tetap melaksanakan gerakan tersebut dengan mengabaikan BTNGC dan mitra pendakian.
“Kami akan bayar penuh tiket, pajak dan asuransinya. Namun, ada perubahan dalam pelaksanaannya. Jumlah peserta yang direncanakan bakal diikuti 500 peserta, cuma 250 orang saja. Dan kita akan fokuskan pada satu jalur pendakian yakni jalur Linggarjati,” tandasnya.
Kepala BTNGC, Muhtadin saat dikonfirmasi membantah jika lembaganya tidak mendukung GSG. Menurutnya, pembayaran retribusi tersebut merupakan kemauan panitia gerakan tersebut. Dikatakan, sebelumnya pihaknya sudah beritikad baik untuk memberikan diskon. Namun, pihak panitia malah ingin membayarnya penuh.
“Sebelumnya kami akan berikan diskon tapi mereka malah nggak mau. Mungkin duitnya banyak. Ya bagi kami silakan-silakan saja. Itu lebih baik untuk kita semua,” jawabnya saat dikonfirmasi Radar via ponsel.
Dilanjutkan, pembayaran penuh itu malah justru akan menjadi pemasukan bagi negara (pendapatan negara bukan pajak). Diterangkan, dana tersebut masuk langsung ke Departemen Keuangan, bukan ke BTNGC. Sehingga, hal itu dianggapnya lebih baik untuk semua.
Sementara itu, pelaksanaan GSG bakal dilangsungkan mulai hari ini. Upacara pembukaannya akan diadakan di arena pacuan kuda jalan lingkar Cijoho, digabungkan dengan upacara Hari Menanam Indonesia sekaligus peringatan HUT ke-37 Korpri. Mereka akan fokuskan gerakan hanya di satu jalur pendakian yakni jalur pendakian Linggarjati dengan jumlah peserta sekitar 250 orang. (ded)

One thought on “GSG 2008

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s