Water Rescue



PERTOLONGAN AIR (WATER RESCUE) DAN TEKNIK PENCARIAN KORBAN TENGGELAM

Musibah atau keadaan darurat adalah kejadian yang selalu tidak diharapkan oleh siapapun tidak terkecuali oleh penolong (rescuer) / tim SAR. Dibutuhkan respon atau penanganan sesegera mungkin dengan tidak melupakan factor keselamatan diri sendiri (safety self), untuk itu kemampuan dan ketrampilan dasar pertolongan air seharusnya tak hanya dimiliki oleh mereka yang bekerja sebagai tim SAR melainkan semua orang sehingga bila terjadi keadaan darurat dapat meminimalisir jumlah korban. Teknik penyelamatan yang baik dan benar tidak hanya mempermudah penolong dalam melakukan penyelamatan namun juga dapat menjamin keselamatan si penolong itu sendiri.

Banyak kasus yang terjadi dimana keselamatan si penolong terancam karena keterbatas pengetahuan yang dimiliki, tak jarang si penolong harus kehilangan nyawa karena nekat melakukan tindakan penyelamatan hanya dengan modal kemampuan renang. Kemampuan renang merupakan modal utama dan terpenting dalam tindakan pertolongan air, namun harus diperhatikan tak selamanya pertolongan air mengharuskan si penolong berada di dalam air. Berdasarkan prioritas penyelamatan, tindakan pertolongan yang mengharuskan si penolong harus berada di dalam air berada diurutan terakhir. Oleh karena itu, utamakan keselamatan si penolong terlebih dahulu kemudian selamatkan orang lain (korban).

PENYEBAB SESEORANG MENJADI KORBAN TENGGELAM : penyebab:
1. Tidak bisa berenang.
2. Kelelahan karena berenang.
3. Kram/kejang otot saat renang.
4. Sebab lain.
APA YANG KITA LAKUKAN
1. Berteriak sekuat mungkin untuk menarik perhatian orang lain.
2. Hubungi no telepon gawat darurat sesegera mungkin.
3. Lakukan pertolongan seaman mungkin JANGAN LAKUKAN masuk kelokasi tersebut tanpa pengaman, kecuali anda mengenal lokasi.
4. Cari kayu, tali, ring boy yang dapat menjangkau korban, kalau tidak bisa baru berenang menggunakan gaya bebas dengan kepala diangkat . Penolong saat melakukan penolongan terhadap korban harus tetap melihat kearah korban atau tempat terakhir korban.
5. Pakai jacket pelampung dekati korban, berhenti berenang dengan mengambil posisi sekitar 2 meter untuk memperkirakan bagaimana kondisi korban, katakan pada korban, dan sebutkan identitas penolong. berilah alat pelampung).
6. Hindari kontak langsung bila korban panik dan berusaha memegang anggota tubuh penolong lakukan teknik defends and release, teknik ini digunakan bila tindakan korban dapat mengancam nyawa penolong dan dikhawatirkan dapat menambah korban baru.
Teknik defends • Duck away
Menghalangi dengan kaki (leg block)
Menghalangi dengan tangan (arm block)
Elbow lift ( mengangkat siku)
Bila korban dapat diajak berkomunikasi dan tidak panik, maka penyelamat dapat melakukan teknik pertolongan Sebagai penolong dalam melakukan pertolongan selalu dianjurkan menggunakan alat bantu, namun demikian seorang penolong harus siap untuk melakukan pertolongan dengan atau tanpa alat bantu 1) Pertolongan tanpa menggunakan alat • Under arm carry.
Kalau korban sudah tenggalam, pertolongan harus dilakukan dengan menggunakan alat pertolongan selam.
Segera bawa korban ke daratan dan lakukan ABC, bila dinilai negatif lakukan RJP . Selanjutnya korban dibawah ke klinik atau rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan yang intensif.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s