penemuan cessna 172



Majalengka – Gunung Ciremai di Jawa Barat diyakini masyarakat sekitar sebagai gunung yang angker. Keanehan itu juga dirasakan di sekitar Kawah Burung, tempat ditemukannya Pesawat Cessna 172 skyhawk PK-NIP pada Senin 28 November lalu.

Sejumlah tim SAR Wanadri dan warga merasakan situasi aneh saat pencarian pesawat nahas tersebut. Bahkan untuk melakukan pencarian, tim membutuhkan waktu empat hari tiga malam di sekitar Kawah Burung, Desa Argalingga, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, itu. Tim Wanadri, kata Yayan, yang memulai pencarian di Gunung Ciremai sejak Rabu 23 November.

“Kata warga sekitar, di sana mistisnya memang kuat,” tutur Yayan Apriadi (21), Anggota Muda Tim SAR Wanadri yang ikut dalam pencarian Cessna 172 kepada okezone, Kamis (1/12/2011).

Meski demikian, Yayan dan Tim SAR Wanadri lain berjumlah 18 orang sudah terbiasa menghadapi hutan belantara dengan berbagai keanehan di dalamnya. Selama pencarian tim mengalami beberapa keanehan.

Salah satunya saat Gunung Ciremai diselimuti kabut tebal. Jarak pandang hanya sekira 10 meter, sementara rute yang ditempuh rapat oleh pepohonan dan semak belukar.

Pada suatu titik pencarian, Tim Wanadri yang membuka jalur kedatangan warga sekitar yang juga melakukan pencarian. Salah seorang warga, Yono, mengaku mencium bau tidak sedap di sekitar Kawah Burung.

Keesokan harinya, Minggu 28 November atau sehari sebelum pesawat ditemukan, Tim Wanadri bersama tujuh warga menyisir Kawah Burung mencari sumber bau tidak sedap itu.

Anehnya, meski jumlah mereka lebih banyak tetapi tak seorang pun yang mencium bau tidak sedap itu. Padahal tim hanya terpaut beberapa meter dari lokasi pesawat jatuh.

Kondisi Kawah Burung yang berkabut, semak dan pepohonannya lebat, membuat tim dan warga membutuhkan waktu lama untuk menguasai Kawah Burung. Namun mereka tidak menemukan sesuatu yang mencurigakan. Jangankan serpihan pesawat, baunya pun tidak tercium.

“Kami juga aneh, kemarin kecium tetapi pas dicari lagi enggak ada,” ungkap Yayan.

Saat rombongan Yono pulang, Tim Wanadri tetap mencari hingga melakukan makan siang di sekitar Kawah Burung. Namun bau itu sama sekali tak juga tercium. Padahal tempat makan siang berada di atas tebing tempat pesawat jatuh.

Keesokan harinya baru terlihat tubuh pesawat di lokasi yang mereka sebenarnya mereka pantau sehari sebelumnya. Warga kemudian melaporkan temuan itu ke Posko Tim Wanadri yang berada di Desa Cikaracak.

Selanjutnya Tim SAR gabungan, termasuk Wanadri, bersama warga menuju bangkai pesawat dan mengevakuasi tiga jasad penumpangnya.

“Padahal sehari sebelumnya kita sudah lama ngubek-ngubek kawasan itu, tapi enggak ketemu juga,” ujarnya.

Setelah pesawat ditemukan, Yayan dan tim Wanadri lainnya mengaku lega. Pria kelahiran Palembang itu bisa kembali ke Bandung untuk melakukan ekspedisi Wanadri yang sengaja ditunda demi misi pencarian pesawat yang hilang sejak 16 November lalu itu.

One thought on “penemuan cessna 172

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s