Gunung Guntur


Gunung Guntur adalah sebuah gunung yang berada di wilayah Garut, Jawa Barat dengan ketinggian 2.249 mdpl. Gunung Guntur merupakan gunung yang bertipe stratovolcano.
Mendengar gunung guntur pasti yang terlintas dipikiran kita adalah kilat atau petir. Memang kala itu istilah guntur yang bisa menggambarkan kedahsyatan letusan dari sebuah gunung di kabupaten Garut yang pada saat ini lebih dikenal dengan sebutan Gunung Guntur.
Gunung Guntur merupakan gunung berapi paling aktif di Jawa pada dekade 1800 an. Tapi sejak itu aktivitasnya kembali menurun. Erupsinya pada umumnya disertai dengan lelehan lava, lapili dan objek material lainnya.

Gunung Guntur meskipun tidak terlalu tinggi namun mempunyai sejuta pesona yang akan membuat siapa saja yang mengunjunginya berdecak kagum akan keindahannya.

Untuk mencapai Gunung Guntur kita bisa naik bus jurusan Garut atau Singaparna kemudian turun di Pom Bensin Tanjung. Kemudian untuk menuju pos pendakian kita bisa nebeng truck pasir yang selalu lalu lalang di jalan sebelah pom bensing Tanjung ini dengan membayar sesuai hati saja.

Di pos pendakian kita harus membayar registrasi seikhlasnya dan kemudian melanjutkan lagi naik truck melewati jalan yang rusak parah dengan belokan yang sangat tajam. Hampir 45 menit melewati jalanan offroad dan akhirnya sampai di jalur paling atas dari penambang pasir. Dari titik ini perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki.
Dari tempat penambang pasir kita mulai melangkah, ada 2 jalur yang bisa kita pilih yakni pertama adalah jalur Curug Citilis. Untuk menemukan jalur ini kita harus sedikit turun melipir dari tempat penambang pasir dan jalur persis di tepi sungai dengan pohon yang rindang. Kedua adalah jalur langsung memasuki savana di atas tempat penambang pasir. Jika melalui jalur ini dipastikan akan langsung diterpa sinar matahari yang begitu terik.

Kita mencoba jalur Curug Citilis karena jalurnya jelas dan rindang namun ada tapinya yaitu selepas jalur ini akan berubah menjadi pendakian semi scrambling karena jalur yang menanjak tajam dengan bebatuan besar. Kita harus hati-hati saat melewati jalur ini. Jalur menanjak ini akan berhenti disaat kita sampai di Curug Citilis atas. Berjalan kembali kita akan keluar dari lingkup hutan yang rindang dan masuk ke dalam savana dengan ilalang tinggi. Dari sini jalur mulai melandai namun dengan sinar matahari yang terik.

Jalur landai bisa kita nikmati sampai di pos 2. Mata air terakhirpun bisa kita jumpai di pos 2 ini dan bisa kita gunakan untuk mengisi persediaan air. Dari pos ini jalur yang lebih berat telah menanti. Di awal perjalanan ini kita akan menemui banyak pohon kering yang mati tanpa dedaunan hijau persis seperti di Gunung Papandayan walaupun tidak sebanyak disana.

Jalur yang sebelumnya tanah sedikit demi sedikit berubah menjadi tanah batu kerikil yang mudah lepas. Trek seperti ini yang membuat kita benar-benar benci untuk melewatinya. Setapak demi setapak melewati jalur yang miring dan hanya sedikit pohon hijau dan yang paling menyengsarakan adalah kemiringannya yang 45 derajat sempurna.

Mendekati puncak 1 jalur semakin ekstrim dan terjal. Di tengah jalur akan sesekali menemui pohon pinus yang berdiri sendiri. Disini kita bisa berteduh sejenak sambil menikmati belaian angin untuk mengurangi rasa lelah.

Berjalan pelan tapi pasti dan tetap dengan keyakinan teguh untuk bisa menginjakkan kaki di puncak 1. Di sini perjalanan belum selesai karena belum sampai di puncak utamanya. Kebanyakan para pendaki mendirikan tenda di puncak 1 ini karena banyak tempat yang datar dan pemandangannya juga sudah cukup indah. Dari sini kita bisa melihat pemandangan kota Garut dan ketika mulai sore akan terlihat savana yang menguning dengan ilalang melambai-lambai tertiup angin.

Melanjutkan perjalanan ke puncak 2 jalur kembali miring namun batu kerikil mulai agak berkurang. Dengan sisa nafas setelah berjalan sekitar 40 menit kita akan sampai di puncak 2. Dari puncak 2 pemandangan bebas telah tersaji di depan mata. Tampak di bawah puncak 1 dengan warna-warni tenda para pendaki yang membuka camp disana. Kawah Gunung Guntur tampak menganga di bawah dan menunjukkan kalau dia pernah murka dulu. Menghadap ke belakang tampak puncak 3 yang lebih tinggi lagi. Tepat di puncak 2 ini ada tugu gps pertanda puncak Guntur yang dibuat oleh tim delegasi ITB. Disini kita juga bisa mendirikan tenda untuk menginap. Setelah matahari terbenam akan nampak keindahan langit malam yang begitu indah dengan pemandangan gemerlap lampu kota di bawah. Melihat langit maka akan serasa melihat lukisan alam yang mempesona dan luas dengan penuh jutaan bintang.

Ketika matahari terbit kita akan melihat spectrum warna jingga dibatas cakrawala yang sangat menawan. Tampak di bawah kota Garut masih tampak tertidur dengan lampu kota masih banyak yang menyala. Tampak di kejauhan Gunung Galunggung membuat perpaduan yang sangat menarik. Semakin tinggi matahari semakin nampak kemegahan alam raya ini. Di kejauhan juga nampak Gunung Cikuray dengan bentuk segitiga sama sisi sempurna. Juga terlihat Gunung Papandayan yang selalu berasap dan di utara tampak Gunung Ciremai yang merupakan Gunung Tertinggi di Jawa Barat. Dan dari Kejauhan juga muncul Gunung Slamet yang masih terus murka.

Iklan

GUNUNG GUNTUR Fenomena Sampah


Sudah menjadi rahasia umum bahwa para pendaki gunung (sebagian tentu saja; bolehlah dibilang para oknum) membuang sampah seenaknya saat mendaki gunung. Tumpukan sampah setelah peristiwa besar seperti Tahun Baru atau Hari Kemerdekaan yang dirayakan di puncak-puncak gunung, dilaporkan dari berbagai gunung yang favorit didaki: G. Gede, G. Semeru, G. Rinjani, dan sebagainya. Berita tahun lalu atas posting seorang pendaki yang menurutnya sah-sah saja membuang sampah karena sudah membayar mahal tiket masuk, dikecam dimana-mana. Mana tanggung jawab dengan atribut “pecinta alam” kalau kelakukan masih jahiliyah seperti itu? Begitu pula gerakan para pendaki bule yang memunguti sampah sepanjang jalur pendakian G. Rinjani menohok kita semua. Kok orang asing lebih peduli dengan kebersihan daripada kita sendiri? Kita juga tersinggung berat ketika ada bule yang bicara pedas tentang mental kita membuang sampah, seperti kasus “the city of pigs” di Bandung beberapa tahun yang lalu. Kelihatannya sebagian dari kita merasa tidak berdosa ketika dengan santainya membuka bungkus permen, kue, atau rokok kemudian melemparnya begitu saja sambil jalan. Botol air kemasan yang ketika penuh dibawa di ransel kita, setelah kosong dan ringan malah dibuang. Di jalan, dari jendela mobil, bahkan di mal, apalagi di jalan setapak gunung-gunung. Seorang anak kecil yang memang merasa tidak berdosa karena kepolosannya membuang sampah di halaman toko, dibiarkan saja oleh orang tuanya. Tanpa ditegur atau diberi contoh. Yah orang tuanya memang begitu juga mungkin mentalnya.
Namun ternyata masih ada harapan. Namun harapan itu masih bercampur dengan keprihatinan. Harapan dan keprihatinan itu terjadi saat mendaki G. Guntur, di Garut, Jawa Barat, saat merayakan Hari Kemerdekaan di salah satu puncak Kompleks Guntur, Paruhpuyan +2.145 m dpl. Sebuah komunitas yang bernama Jalan Setapak tiba-tiba meminta saya untuk menjadi pembina upacara memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia ke-70. Mereka menyiapkan tiang bendera, dan pemimpinnya membisiki kepada saya untuk memberi sedikit pidato dengan diakhiri himbauan supaya membersihkan sampah setelah upacara selesai. Alhamdulillah, upacara sederhana diikuti para pendaki yang sedang berada di Puncak Paruhpuyan berlangsung khidmat. Sambil mengelilingi tiang bendera Sang Saka Merah Putih yang berkibar, lagu Indonesia Raya terdengar lantang dinyanyikan lebih dari 100 mulut. Lalu gerakan membersihkan sampah segera dilakukan dimotori komunitas Jalan Setapak itu. Dalam perjalanan turun gunung, para anggota komunitas itu masing-masing sudah berhasil membawa tas plastik hitam besar berisi sampah yang mereka punguti. Rupanya tidak hanya mereka. Beberapa pendaki individual atau kelompok-kleompok kecil, membawa kembali sampah mereka. Di pinggang mereka terikat botol-botol plastik air kemasan kosong. Sebuah komunitas lain lebih serius dengan menamakan mereka Gerakan “Gunung Bukan Tempat Sampah.” Keseriusan mereka ditandai dengan para anggotanya yang berpenutup ransel seragam dengan tulisan “Gunung Bukan Tempat Sampah” disertai kantung plastik yang bertulisan sama. Sepanjang jalan mereka rajin memunguti sampah-sampah, terutama sampah plastic. Di Kampung Citiis, awal pendakian, sebuah baligo besar terpampang sangat mencolok juga bertuliskan: GUNUNG BUKAN TEMPAT SAMPAH. Namun, di sinilah keprihatinan itu muncul. Masih banyak pendaki yang tidak peduli. Tisu-tisu basah (jenis yang menjijikan, yang para pendaki pemungut sampah pun kelihatan enggan memungutnya), berserakan di sekitar tempat mereka berkemah. Belum lagi sampah bekas makanan dan minuman yang umumnya berbahan plastik. Konyolnya, kaleng gas atau spiritus yang sudah habis tampak dibuang pula seenaknya. Dan hal yang lebih menyedihkan lagi adalah saat jalur turun tiba di Curug Citiis. Penduduk setempat pintar menangkap peluang dengan membuka lapak menjual berbagai makanan ringan dan minuman, mulai dari gorengan tahu, bala-bala, es jus hingga teh atau kopi panas. Lalu… waduuuh! Sampahnya ditumpuk berserakan di sekitar warung di tepi aliran sungai Ci Tiis. Kotor. Tak ayal, sampah-sampah plastik itu masuk ke aliran sungai! Saat para aktivis tiba di tempat ini, terlihat wajah mereka berubah keruh. Saya mengerti mereka bukan petugas kebersihan, sehingga mereka berlalu begitu saja melewati tumpukan sampah yang diproduksi lapak-lapak itu. Bagaimana mungkin mengeruk sampah yang bertumpuk itu. Dari fakta ini, rupanya para pengotor dan penyampah di gunung itu sebagian besar disumbang oleh para penduduk setempat! Saya salut untuk para pendaki yang sebagian besar sudah peduli dengan kebersihan, meskipun sebagian lainnya belum (biasanya para pemula atau pendaki penggembira saja). Tinggal gerakan itu selain ditujukan kepada para pendaki, harus mulai menyentuh para penduduk setempat yang buka lapak di lereng-lereng gunung. Tetap semangat. Keep our mountain clean!

GUNUNG PAPANDAYAN


papandayanGunung Papandayan adalah gunung api yang terletak di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Gunung ini tepatnya berada di Kecamatan Cisurupan, sekitar 70 km tenggara Kota Bandung. Menurut jenisnya, gunung papandayan termasuk dalam tipe gunung stratovolcano. Tahun 2002 silam gunung ini mel etus dan merubah empat kawah yang ada sebelumnya menjadi satu kawah yang sangat besar. Nah, hari ini kita akan mengulik apa saja yang berhubungan dengan gunung papandayan. Semoga bermanfaat.

 

LOKASI GUNUNG PAPANDAYAN

Seperti yang disebutkan sebelumnya, gunung papandayan terletak di Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Lebih tepatnya gunung legendaris di kalangan pendaki ini terletak di Desa Sirna Jaya dan Desa Keramat Wangi.

Jika dari jakarta, kamu bisa naik bus yang ke arah Garut. Sesampai di terminal Guntur Garut, kamu bisa naik angkot ke gerbang wisata Gunung Papandayang di Kecamatan CIsurupan. Kamu juga bisa naik kereta dengan turun di stasiun kereta terdekat, stasiun leles.

Pilihan kedua, kamu bisa mengunjungi Gunung Papandayan dari Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung. Gunung ini memang bisa diakses dari kedua Kabupaten ini.

Oh iya, kenapa disebut gerbang wisata gunung papandayan? Karena yang bisa kamu lakukan di sini tidak hanya mendaki atau hiking. Luas keseluruhan objek wisata gunung papandayang mencapai 7.132 hektar. Di sana kamu tentu bisa hiking, memanjakan diri dengan kegiatan fotografi, trekking, camping dan lainnya.

 

PUNCAK GUNUNG PAPANDAYAN

Puncak gunung papandayan merupakan puncak dari dinding tebing di samping kawah papandayan. Dinding tebing ini sudah terlihat sejak mulai pendakian di Camp David, salah satu pos dalam pendakian gunung papandayan. Dari puncak ini kamu bisa melihat kawah papandayan,pondok saladah yang berada di balik bukit dan Tegal Alun.

Puncak tebing ini sebenarnya bukan puncak dari gunung papandayan. Puncak tertingginya sebenarnya adalah puncak gunung Malang. Namun puncak ini tertutup vegetasii yang cukup lebat. Walaupun bukan puncaknya, spot ini selalu dianggap sebagai puncak dan dijadikan tempat istimewa oleh para pendaki.

 

PENDAKIAN GUNUNG PAPANDAYAN

Secara umum pendakian gunung papandayang dapat dibagi menjadi beberapa step. Di sini akan dibahas setiap stepnya agar memberikan gambaran kepada kamu yang ingin mendaki.

 

MENUJU GARUT

Untuk ke gunung papandayan, kamu tentunya harus ke Garut terlebih dulu. Pastikan kamu sudah sampai di terminal Guntur. Dari terminal, naik angkot ke arah Cisurupan. Dulu kamu masih bisa langsung menyewa pick up untuk ke Cisurupan. Namun saat ini sudah tidak bisa karena ada kebijakan antar supir angkot.

 

SESAMPAI DI CISURUPAN

Begitu sampai di Cisurupan, sewa angkot untuk menuju area pertama sebelum pendakian. Bisanya para pendaki menyewa mobil pick yang sudah menjadi langganan. Untuk kamu yang baru pertama kali mendaki gunung papandayan, sebaiknya mencari nomor kontak senior yang punya akses ke pemilik pick up ini.

 

CAMP DAVID

Camp David adalah spot awal sebelum para pendaki memulai pendakian gunung papandayan. Camp David juga biasa dikenal dengan pos 1. Dari Cisurupan menuju Camp David bisanya membutuhkan waktu sekitar 45 menit karena jalannya cukup bagus. Para pendaki biasanya berkumpul di sini dengan kelompoknya masing-masing sebelum mulai mendaki.

 

KAWAH PAPANDAYAN

Dari Camp David, kamu akan melewati kawah papandayan. Sebaiknya kamu menggunakan masker karena baunya sangat menyengat. Di sini para pendaki biasanya menikmati suasana kawah sambil berfoto-foto.

 

PONDOK SALADA

Begitu tiba di ujung kawah, kamu akan menemukan trek yang menurun dan dilanjutkan dengan menyebrangi aliran sungai. Dari sana jalan menjadi menanjak hingga sampai di Lawang Angin. Perjalanan masih terus berlanjut hingga pertigaan Geberhut, kamu harus melapor ke petugas begitu sampai di sini. Sekita 20 menit dari Geberhut, kamu akan sampai di pondok saladah. Biasanya para pendaki mendirikan tenda di pondok salada ini.

 

HUTAN MATI PAPANDAYAN

Hutan mati sejatinya adalah kawasan pepohonan yang sudah mati dan menghitam. Hutan ini disebut hutang mati karena terkena letusan di tahun 2002. Tanah di daerah ini juga berwarna putih dan mengandung belerang. Meskipun begitu, hutan mati sangat difavoritkan oleh para pendaki.

 

TEGAL ALUN

Tegal alun disebut juga dengan padanga edelweis. Sebutan itu karena di tempat ini kamu bisa menikmati pemandangan berupa bunga edelweis yang sangat banyak dan indah. Para pendaki yang belum mengerti akan memetik dan membawa turun bunga abadi ini. Namun pendaki sejati hanya datang dan menikmati sang edelweis, tidak untuk dibawa pulang.

 

TURUN DENGAN JALUR YANG SAMA

Setelah dari Tegal Alun, umunya agenda pendakian sudah selesai. Selanjutnya para pendaki tinggal turun dengan jalur yang sama ketika mendaki.

Itu saja beberapa yang yang perlu kamu ketahui tentang Gunung Papandayan. Mudah-mudahan bermanfaat.

 

GUNUNG PRAU


Gunung Prau adalah gunung kecil yang menjadi tujuan paling favorit para pendaki di Indonesia khususnya pulau Jawa sejak 2014. Puncak gunung Prau ini diklaim memiliki tempat terbaik se-asia tenggara untuk melihat matahari terbit. Gunung Prau terletak di dataran tinggi Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah. Sejak 2014 gunung Prau didatangi banyak sekali para pendaki yang ingin melihat langsung penampakkan sunrise dari gunung Prau tersebut.

Jalur pendakian Gunung Prau yang paling terkenal adalahh lewat jalur “Patak Banteng”. Karena gunung Prau dikenal dengan jalur pendakian yang pendek dan relatif mudah maka gunung Prau cocok sekali untuk dijadikan destinasi bagi para pendaki pemula. Kamu nggak akan menyesal jika mendaki gunung Prau. Pendakian rata-rata hanya membutuhkan 3-4 jam. Sepanjang trek perjalanan sampai kita akan berjumpa dengan pemandangan yang sangat indah dan tidak ada duanya. Kita bisa melihat pemandangan dataran tinggi Dieng dan Telaga Warna dari jauh. Kita juga akan berjumpa dengan perkebunan, hutan, padang bunga Daisy. Sampai puncak gunung Prau kita akan disambut oleh Bukit Teletubies dan jika pagi tiba kita akan dihadiahi “Golden Sunrise” gunung Prau. Golden sunrise gunung Prau inilah yang diklaim paling bagus se-asia tenggara. Dari situ kita bisa melihat pucuk banyak gunung di pulau Jawa seperti gunung Merapi, Merbabu, Sumbing, Sindoro, Slamet.

Gunung Prau memiliki ketinggian 2.565 mdpl. Ketinggian yang cukup-lah jika dibandingkan dengan gunung berapi namun jalur pendakiannya pendek dan waktu perjalanan juga singkat. Hal tersebut dikarenakan titik memulai pendakian kita sudah berada pada ketinggian 1.700 mdpl.

Dataran tinggi Dieng terkenal dengan suhu dingin yang menusuk tulang oleh sebab itu persiapkan segalanya terlebih dahulu sebelum berangkat menuju sana. Yang terpenting jaket yang hangat, dan perlengkapan lain tentunya. Untuk mendaki gunung Prau biasanya ada dua pilihan planningnya yakni sekali jalan atau bermalam di puncak. Sebagian pendaki memulai pendakian pada dini hari sekali sekitar pukul 01.00 WIB. Sampai puncak sekitar pukul 04.00 WIB. Kemudian menikmati sunrise di puncak dan kembali turun sekitar pukul 08.00 WIB. Sebagian lagi ada yang memulai pendakian pada siang hari sekitar pukul 14.00 WIB. Sampai puncak sekitar pukul 17.00 WIB. Mereka akan menikmati sunset gunung Prau kemudian mendirikan tenda di sana. Pagi hari mereka akan menikmati golden sunrise-nya gunung Prau. Dan siangnya turun. Nah, terserah kalian mau pilih mana.

Untuk transportasi yang terpenting tujulah daerah wisata Dieng. Jika masih bingung carilah di google maps atau gps dimana letak Dieng.

Tips: pendakian gunung Prau bisa kamu gabungkan dengan berwisata ke tempat lain di Dieng. Misal: Telaga Warna, gunung Sikunir, candi-candi dsb.

PETA JALUR PENDAKIAN GUNUNG PRAU PETA GUNUNG PRAU

INFORMASI GUNUNG PRAU
Nama: Gunung Prau
Ketinggian: 2.565 mdpl
Lokasi: Wonosobo, Temanggung, Jawa Tengah
Tipe: Gunung kecil bukan api
Spot alam: bukit teletubies, taman bunga daisy
Flora: pinus, daisy, Nepenthes gymnamphora, Anaphalis javanica, Anaphalis maxima, Edelweis, Anggrek
Fauna: Owa Jawa (Hylobates moloch); Elang Jawa (Nisaetus bartelsi); Macan Kumbang (Panthera pardus melas); Sigung Jawa (Mydaus javanensis); Rusa (Cervus timorensis)
Kondisi: perkebunan, hutan, padang bunga daysi, bukit teletubies, kabut, suhu dingin
Jalur pendakian:Jalur Patak Banteng
Puncak: Puncak Prau
View gunung lain dari puncak: Gn. Slamet, Merapi, Merbabu, Sumbing, Sindoro, Lawu
Tarif daki: Rp 5.000/orang

TRANSPORTASI
Menuju dataran tinggi Dieng

 

Tips Pendaki Gunung Untuk Pemula


Tips pendaki pemula sangat layak untuk disimak jika anda merencanakan untuk mendaki atau berpetualang dalam waktu dekat.

Bersyukurlah, Indonesia memiliki banyak gunung-gunung yang kecantikannya sudah tersohor. Selain memacu adrenalin, keindahan di puncak gunung dan bentangan panoramadi sekitarnya jadi daya tarik tiada dua. Oleh sebab itu, tak sedikit penikmat alam yang menghabiskan waktu liburan untuk naik gunung.2

Bagi Anda yang akan memulai petualangan mendaki gunung, baca dulu tips pendaki pemula :

1. Pelajari lokasi gunung yang akan didaki

Satu persiapan penting sebelum mendaki gunung adalah mempelajari medan dan lokasi gunung tujuan Anda. Sebab, tiap-tiap gunung punya jalur pendakian yang berbeda-beda.

Di Gunung Kerinci misalnya, mayoritas medan pendakian di sana adalah pasir dan lumpur. Di Gunung Rinjani, Anda harus jalan menanjak dengan medan perjalanan yang hampir 45 derajat.

Anda bisa mempelajari lokasi pendakian dari berbagai sumber di internet, situs sepertidetikTravel atau bertanya dengan pendaki yang sudah mencobanya. Dengan mengetahui medan perjalanan, Anda dapat mempersiapkan logistik dan stamina dengan tepat.

2. Berolahraga sebelum naik gunung

Jangan anggap enteng perjalanan mendaki gunung. Dibutuhkan stamina yang fit dan kondisi badan yang baik bagi traveler untuk bisa mencapai puncaknya.

Ada baiknya Anda berolahraga beberapa minggu sebelum hari pendakian, seperti jogging. Jalur pendakian yang menanjak, udara yang dingin, dan oksigen yang menipis akan jadi halangan terberat. Lakukanlah olahraga dengan rutin dan teratur, jangan lupa juga untuk menyeimbangkan waktu istirahat Anda.

3. Sediakan peralatan dengan cermat dan tepat

Peralatan yang umum dibawa para pendaki adalah tas carrier, sepatu hiking, jaket, pisau lipat, jas hujan, alat masak portabel, senter, peluit, kompas, dan perlengkapan obat P3K. Kalau Anda berkemping di gunung, jangan lupa untuk membawa matras, tenda, dan sleeping bag.

Tas carrier harus disesuaikan dengan durasi perjalanan. Jika perjalanan panjang, Anda bisa membawa tas carrier dengan ukuran 80 liter. Pilih alat masak portabel agar ringan dan mudah pengoperasiannya.

Soal sleeping bag, ada bermacam-macam jenis, sesuaikan dengan temperatur gunung atau lokasi yang akan dijelajahi. Hal ini membuat Anda lebih hangat saat kemping di gunung.

4. Ketahui perbekalan dan logistik

Perbekalan makanan memegang peran penting dalam pendakian gunung. Siapkan perbekalan makanan secukupnya, sehingga Anda tidak akan kekurangan makanan atau sia-sia membuang makanan yang tidak termakan.

Bawalah makanan seperti beras, mie instan, atau kornet yang bisa menjadi menu makan Anda. Selain itu, siapkan juga biskuit, cokelat dan roti yang bakal mengisi tenaga sembari Anda berjalan mendaki. Dan tidak ketinggalan cadangan air, jika sewaktu-waktu terjadi keadaan darurat.

5. Mendaftar di pos perijinan terlebih dulu

Biasanya, beberapa gunung memiliki tempat perizinan yang mengharuskan para pendaki mengisi data diri dan lama perjanan. Jangan acuhkan tempat tersebut, karena para petugas di sanalah yang nantinya akan membantu Anda.

Beberapa gunung yang populer dan mengharuskan pendakinya untuk membuat izin mendaki adalah, Gunung Kerinci, Gunung Gede-Pangrango, Gunung Argopuro, dan Gunung Semeru. Dengan mendaftarkan diri di pos, maka anda sudah memiliki itikad yang baik dalam menjalankan penjelajahan anda.

6. Jaga handphone dan kamera dengan baik

Sebelum naik gunung, ada baiknya Anda mematikan handphone serta kamera dan menaruhnya di dalam plastik untuk melindungi dari rembesan air. Selain itu, masukanlah handphone Anda ke dalam syal yang digulung atau ke dalam jaket yang tebal. Hal tersebut berfungsi untuk menjaga handphone tetap hangat dan tidak boros baterai. Ya, udara dingin di gunung dapat membuat baterai handphone cepat terkuras.

Sebelum naik gunung, kabari orang tua atau kerabat terdekat. Ini bertujuan agar mereka dapat membantu tim SAR atau pihak keamanan setempat, jika Anda hilang atau tersesat dalam pendakian.

7. Berdoa dan bertindaklah dengan sopan

Biasakan, untuk berdoa terlebih dulu sebelum memulai pendakian gunung. Mintalah bantuan dan pertolongan kepada Tuhan agar menjaga Anda selama perjalanan.

Saat mendaki, ingatkan diri sendiri dan sesama teman untuk tetap bertindak sopan. Usahakanlah satu tim Anda untuk tidak terlalu bertingkah berlebihan atau berbicara yang kasar.

8. Ingat Prinsip Pecinta Alam

Prinsip yang harus dipegang teguh. Take nothing but picture, Leave nothing but footprint, Kill nothing but time.

Tidak mengambil sesuatu kecuali foto, tidak meninggalkan sesuatu kecuali jejak kaki, tidak membunuh sesuatu kecuali waktu. Ini adalah prinsip agar pendaki gunung selalu menjaga keharmonisan dan kelestarian alam.

Hijaukan Bumi


Hijaukan Bumi

Bumi ini hijau. Dengan hijaunya bumi menjadi salah satu indikator bahwa keseimbangan lingkungan selalu terjaga. Begitu banyak orang yang peduli dengan bumi sehingga partisipasi pada hari Bumi yang jatuh pada tanggal 22 April begitu menggeliat. Aksi penanaman sejuta pohon membuktikan bahwa masih dan bahkan banyak orang yang peduli dengan lingkungan, begitu peduli dengan bumi sebagai tempat hunian manusia di seluruh penjuru dunia. Sudah selayaknya bukan bumi ini menjadi perhatian manusia?
Mengingat bila keseimbangan lingkungan di bumi rusak maka efeknya yang paling utama akan langsung dirasakan oleh penghuni bumi, salah satunya manusia. Maka manusia itu selain sebagai faktor penggerak keseimbangan lingkungan di bumi, manusia juga menjadi korban dari ketidakseimbangan lingkungan dan sekaligus juga bisa menjadi faktor penyebab dari rusaknya keseimbangan lingkungan di bumi ini.

Bila keseimbangan lingkungan terganggu maka akan berimbas pada keseluruhan sistem yang ada. Bukan rahasia lagi kalau hutan memiliki fungsi yang begitu besar dalam keseimbangan lingkungan. Dengan adanya hutan, sistem tata air menjadi seimbang, akar-akar tanaman yang terdapat dalam hutan sangat berperan dalam menyerap kelebihan air, terutama pada musim penghujan sehingga banjir dapat dicegah.

Fungsi hutan sebagai penampung zat karbondioksida sangat dirasakan oleh semua penghuni bumi, seperti manusia dan tumbuh-tumbuhan. Mengapa?Tentunya kita mengetahui bahwa karbondioksida merupakan zat beracun. Zat ini sangat dibutuhkan oleh tumbuhan dalam melakukan fotosintesis. Secara kimia, reaksi fotosintesis akan menghasilkan glukosa dan oksigen. Oksigen yang dihasilkan dalam fotosintesis begitu dibutuhkan oleh manusia untuk bernafas. Maka dapat disimpulkan betapa pentingnya keberadaan hutan, salah satunya melalui proses fotosintesis yang dilakukan oleh tumbuh-tumbuhan.
Namun, sungguh amat disayangkan bila di media publikasi tergambar bahwa hutan mulai terkikis. Kehijauan hutan yang menjadi pesonanya mulai terusik. Adanya tangan-tangan tak bertanggungjawab yang menjamahnya secara liar,  tanpa pernah memikirkan efek yang dahsyat dikemudian hari. Yang ada dipikiran para penjamah hanyalah keuntungan sesaat dan sepihak.
Tangan-tangan yang tak bertanggungjawab ini sesukanya melakukan penebangan hutan secara liar. Ya..pasti, telinga kita tak akan asing lagi dengan kata illegal logging, atau pembalakan liar.
Pembalakan liar atau yang dikenal dengan sebutan illegal logging merupakan tindakan yang memiliki efek yang sangat signifikan terhadap lingkungan sekitar. Mengapa? ini berkaitan dengan fungsi hutan yang sangat penting yaitu salah satunya berperan dalam pengaturan tata air.
Pemikiran sederhananya adalah begini, ketika kita tak sengaja menumpahkan air di meja makan atau di lantai keramik, maka selama kita tak segera memberhentikan  aliran air tersebut, maka air yang tertumpah ini akan terus mengalir ke seluruh permukaan meja atau lantai. Akan sampai dimana aliran air itu berhenti?jawabannya tak jelas, selama air itu masih terus mengalir bisa jadi ke seluruh permukaan yang tertumpah tadi. Bisa dibayangkan bila tumpahan air itu relatif banyak! Wah..tak terbayangkan bagaimana  basahnya area tersebut.
Begitu juga di dunia nyata. Sama kasusnya seperti air yang tertumpah tersebut. Ketika turun hujan, atau pada musim hujan, pasti banyak sekali aliran air dari langit. Nah..kalau banyak hutan yang mengalami pembalakan liar, kira-kira aliran air hujan itu akan tertimbun kemana?Tak ada lagi hutan yang menyerap kelebihan air hujan tersebut. Maka apakah yang akan terjadi??Secara kasat mata, banjirlah kemungkinan yang akan memenuhi pandangan mata.
Dari pemikiran sederhana saja, kita semua dapat memahami betapa pentingnya hutan bagi kehidupan kita semua. Keberadaan hutan menyebabkan kelebihan air dapat diserap. Tak akan ada air yang tergenang di permukaan bumi yang dalam skala besar dapat menyebabkan banjir. Dengan adanya hutan, maka fungsi keseimbangan lingkungan akan terjaga, seperti yang telah dipaparkan pada paragraf-paragraf di atas. Hijaunya hutan pun menjadi pemandangan yang sedap di mata. Dan bukan tak mungkin dapat dijadikan sumber pendapatan negara, contoh sederhana,  salah satunya sebagai hutan wisata, seperti di kota saya Palembang, yaitu Hutan Wisata Puntikayu.
Kasus pembalakan liar seperti digambarkan pada paragraf sebelumnya merupakan otoritas pemerintah untuk menanganinya. Kita, sebagai penduduk di negeri ini tak dapat berbuat banyak untuk mencegah atau bahkan menghakimi tindakan para pelaku. Akan tetapi, sebagai bagian dari penduduk bumi, kita bisa ikut berperan dalam menghijaukan bumi ini, contoh sederhananya adalah dengan ikut berpartisipasi dalam penanaman pohon. Hal yang sederhana bukan?
Saya yakin, tak perlu seorang yang ahli untuk menanam sebuah tanaman, tiap orang pasti bisa asal mereka mau belajar. Menanam saja sangat berarti bagi hijaunya bumi ini. Tak perlu kita berkoar-koar menghujat para pelaku pembalakan liar, yang akibat tindakan mereka begitu berimbas pada semua penduduk bumi. Namun, kita cukup memiliki kesadaran dari diri sendiri untuk ikut menghijaukan bumi, meski hanya sebuah tanaman. Kelak, dengan berjalannya waktu satu buah tanaman ini akan tumbuh dan berkembang menjadi pohon besar yang bermanfaat bagi hijaunya bumi.
Bayangkan! Bila satu orang saja memiliki kesadaran ini, efeknya pasti dapat dirasakan. Bagaimana bila tiap-tiap individu di negeri ini memiliki kesadaran yang serupa?Pasti hijaunya bumi bukanlah angan-angan semata, lambat laun hijau tersebut akan menjadi realita. Dan, bila bumi ini menjadi hijau, siapa lagi yang akan merasakan keuntungannya secara langsung?jawabnya, pasti semua mengetahuinya:) Ya, kita semua sebagai penghuni bumi ini yang secara langsung dapat merasakannya.
Jadi kesadaran itu perlu sekali bagi tiap individu. Dan, akan lebih baik lagi bila kesadaran menanam satu tanaman ini juga diikuti oleh kesadaran oleh oknum pembalakan liar untuk menghentikan aksi merugikan mereka. Bagaimana?setuju??

Satu Alamku untuk semua